M3119066 Naufal Wahyu Ferdiansyah
Penulis Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Sekolah Vokasi UNS.
A. Latar Belakang
Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Dengan penyebarannya yang sangat cepat, maka sangat penting untuk mengetahui tips untuk mencegah penyebaran virus 2019 novel coronavirus ini, terutama untuk alumni UNS yang sedang melanjutkan studinya di Negara China seperti yang dilansir pada artikel berikut.
B. Tujuan
Tujuan dari penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang seberapa besar bahaya yang disebabkan oleh coronavirus ini dan bagaimana langkah - langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah atau memperlambat penyebaran virus corona ini di Indonesia.
C. Pembahasan
Tips ini disampaikan oleh salah satu Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang juga sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, Dr. Reviono, dr., Sp.P (K) yang dipublikasikan pada laman web Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.
Penulis Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Sekolah Vokasi UNS.
A. Latar Belakang
Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Dengan penyebarannya yang sangat cepat, maka sangat penting untuk mengetahui tips untuk mencegah penyebaran virus 2019 novel coronavirus ini, terutama untuk alumni UNS yang sedang melanjutkan studinya di Negara China seperti yang dilansir pada artikel berikut.
B. Tujuan
Tujuan dari penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang seberapa besar bahaya yang disebabkan oleh coronavirus ini dan bagaimana langkah - langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah atau memperlambat penyebaran virus corona ini di Indonesia.
C. Pembahasan
Tips ini disampaikan oleh salah satu Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang juga sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, Dr. Reviono, dr., Sp.P (K) yang dipublikasikan pada laman web Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.
Dr. Reviono menyampaikan, penularan virus corona ini sangat cepat karena melalui manusia ke manusia. Sehingga masyarakat harus mengetahui gejala apa saja yang dirasakan jika terkena virus corona ini. Untuk gejalanya meliputi batuk, demam, kesulitan bernafas, ada riwayat kontak dengan pasien positif terkena virus corona serta yang bersangkutan melakukan bepergian ke luar negeri.
“Jika ada yang mengalami gejala seperti itu, maka segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan atau rumah sakit supaya bisa segera di cek dan memperoleh tindakan medis,” kata Dr. Reviono, Senin (27/1/2020).
Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik. Terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena virus corona. Diantaranya yaitu dengan sering melakukan cuci tangan pakai sabun, gunakan masker, konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah, menjaga kebugaran tubuh, menghindari sumber infeksi, rajin olahraga dan istirahat cukup, jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak dan jika sedang flu jangan keluar rumah supaya tidak jadi sumber infeksi.
“Selalu cuci tangan ketika habis bepergian itu sangat penting. Karena tangan kita sering menyentuh pegangan pintu, pegangan tangga, dan lainnya dikhawatirkan tangan kita terkena virus,” katanya.
Di Indonesia, belum ada yang terjangkit virus corona ini. Pihak pemerintah juga telah siaga dalam menyikapi hadirnya virus corona ini. Yaitu dengan menutup penerbangan dari dan ke Cina serta memasang alat detektor panas tubuh di berbagai bandara. “Jadi kalau ada yang terkena virus corona, maka suhu tubuh meningkat. Sehingga di beberapa bandara memasang alat ini untuk mendeteksi yang terinfeksi virus corona,” ujar Dr. Reviono.
Dr. Reviono menambahkan, bahwa kasus virus corona di Wuhan, Cina, telah menelan korban jiwa mencapai puluhan orang yang kebanyakan merupakan orangtua dengan penyakit peryerta. Sedangkan 80 persen penderita sembuh karena tidak ada penyakit penyerta dan usia tergolong masih muda.
“80 persen pasien di Cina ini sembuh dengan sendirinya karena memang belum ada vaksin khusus virus corona. Sebagai contoh jika kita terkena flu, tidak minum obat pun bisa sembuh karena virus dengan umurnya bisa mati sendiri. Di dalam tubuh manusia terdapat interferon yaitu berupa protein alami yang diproduksi tubuh sebagai respon tubuh dalam melawan senyawa berbahaya, seperti virus. Kalau produksi interferon cukup maka virus bisa terkendali pertumbuhannya dan mati sendiri. Namun kalau sudah berusia tua dan ada penyakit yang disertai, produksi interferon tidak cukup dan virus bisa tumbuh terus,” katanya
D. Kesimpulan
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah virus Corona. Oleh sebab itu, cara pencegahan virus corona yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
- Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bila Anda beraktivitas di tempat umum.
- Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan.
- Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
- Pastikan Anda memasak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
- Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
- Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
- Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit.
- Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
[Sumber 1]
[Sumber 2]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar